Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Khazanah Islam

Sejarah dan Arsitektur Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan

MADINATULIMAN.COMKemegahan dan keindahan sebuah masjid di Indonesia menyimpan rahasia tersendiri. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga telah berfungsi sebagai salah satu destinasi wisata religi. Tak hanya itu, karena keunikannya, masjid juga menjadi ikon bagi sebuah kota. Seperti masjid yang satu ini. Namanya Masjid Agung At-Taqwa Kota Balikpapan.

Berlokasi di di Jalan Jenderal Sudirman nomor 6 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Selatan (sekarang: Kecamatan Balikpapan Kota), Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, masjid ini tidak jauh dari Balai Kota. Letaknya sejajar dengan Taman Bekupai, masjid ini menjadi yang termegah dan terbesar di kota berjuluk Madinatul Iman. Dibalik kemegahannya, masjid ini termasuk salah satu masjid bersejarah sekaligus menjadi kebaggaan masyarakat setempat.

Sejarah

Masjid di Kota Minyak ini berdiri pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1940-an M. Para pendirinya adalah Al Habib Ghasim Bahasim, Al Habib Ali Assegaf, H. Abdul Malik, H. Kai Kintang, H. Bahrun, H. Abdul Ghani, H. Abdul Ramli, H. Sulaiman, H. Asnawi Arbain, H. Tharmiji Abbas, H. Abdul Hasan  dan para ulama dan masyarakat lainnya.

Pada waktu perang dunia ke-2 (1946), masjid sempat dibom tentara sekutu dan bangunannyapun luluh lantah. Akibat porak-porandanya bangunan masjid tersebut, maka dengan inisiatif masyarakat kota Balikpapan pada tahun 1950 dibangun kembali bangunan masjid, namun untuk menghindari terjadinya abrasi pantai lokasinya dipindahkan ke wilayah daratan sebelah utara yang jaraknya beberapa ratus meter didepannya.

Hingga saat ini, masjid sudah empat kali direnovasi. Seiring dengan renovasi, nama masjid pun berubah-ubah. Awalnya tahun 1950-an M bernama Masjid Jami’ At Taqwa Balikpapan. Lalu, pada tahun 1970-an M, Masjid Jami At Taqwa Balikpapan dibangun kembali oleh Panitia Pembangunan yang saat itu di pimpin Bpk. H. Asnawi Arbain, H. Rusma Antur, Kol. H. Hambali, Kol. Amin, Mayor. H. Idris, H. Nadalsyah, H. Syahruni Hasbullah dan lain sebagainya, sehingga berubah nama menjadi Masjid Raya At Taqwa Balikpapan.

Kemudian pada tahun 1998 M Masjid Raya At Taqwa Balikpapan berubah nama lagi menjadi Masjid Agung At Taqwa Balikpapan sampai sekarang. Terakhir, Juli 2004 M, Masjid Agung At Taqwa Balikpapan dibentuk kembali Panitia Pembangunan untuk membangun masjid menjadi lebih besar dan lebih megah yang dipimpin Bpk. H.M. Roem Arbain B.Sc, H. Amirullah Usman. ST, H. Muhammad Idrus. BE, H. Syahrani, ST.MM, H.M. Yusuf Sabran, dan lainnya.

Pada tahun 1970an dan tahun 1990 Masjid At-Taqwa dilakukan renovasi sehingga semula bernama Masjid Jami berubah menjadi Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan. Selanjutnya dengan upaya pengurus masjid membentuk Panitia Pembangunan Masjid pada tahun 2004 dengan pimpinan H.M. Roem Arbain, H. Amirullah Usman, H. Muhammad Idrus, H.M. Yususf Sabran dan lainnya, telah mendirikan bangunan  masjid yang megah dengan area bangunan yang diperluas dan dipercantik seperti yang tampak megah berdiri saat ini.

Arsitektur

Tempat ibadah umat Islam ini mengadopsi gaya arsitektur Timur Tengah, yaitu gabungan dari Masjid Nabawi dan Turki Ustmani. Hal ini terlihat dari adanya menara yang berada di empat pojok bangunan masjid. Bentuk manara hampir sama dengan yang ada di Nabawi Madinah.

Sedangkan gaya arsitektur turki terlihat dari bentuk kubahnya. Kubah masjid berbahan enamel steel panel warna biru berdiameter 16 m. Bahan ini mengkilat sehingga berkilau-kilau saat tertimpa sinar lampu atau matahari, memantulkan aura biru. Kubah juga didekorasi dengan ornamen warna kuning. Kubah berukuran lebih kecil, dengan warna dan ornamen yang sama juga menutup bagian ujung empat menara.

Dari depan masjid, bangunan pada lantai dasar ini akan tertutup oleh tangga yang merupakan jalan untuk menuju latai 1. Di bagian bawah tangga ini terdapat tempat wudhu dan juga toilet yang bersih. Setelah melewati beberapa anak tangga berlantai marmer, sampailah kita ke lantai 1. Pada bagian ini, mi’rob masjid berada.

Lantai masjid menggunakan marmer berwarna putih dan kemerah-merahan. Sedangkan dinding bagian mi’rob didominasi batu marmer hitam kombinasi merah bata, dengan hiasan kaca tembus pandang bermotif di bagian kiri dan kanannya.\\\

Plafonnya sendiri berbentuk kotak-kotak dengan warna dasar putih kombinasi orange. Adapun bahan dasar plafon terbuat dari gypsum. Sedangkan di bagian langit-langit kubah diberi lukisan lafadz  Allah dengan warna kombinasi coklat, ungu, kuning, orange, dan biru. Juga terdapat lampu gantung unik di bagian tengahnya yang terbuat dari tembaga dengan hiasan warna kuning dan hijau.

Adapun pintu-pintu dan jendela-jendelanya memiliki sudut segitiga dari bahan-bahan kayu berukir yang tak kalah cantik. Sedangkan sebagai penyangga bangunan terdapat 4 pilar saka guru berukir dengan dominasi warna putih.

Keunikan lain dengan adanya ornamen yang berbeda pada bagian teras samping masjid. Pada teras samping bagian kiri terdapat ornamen sederhana yang sepintas menyerupai huruf X berbeda dengan teras samping kanan.  Perbedaan lain kedua sisi teras tersebut, pada ujung teras bagian kanan terdapat sebuah bedug dengan ukuran standart. Bedug ini kelihatan seperti bedug di masjid-masjid pada umumnya.

Meskipun memiliki perbedaan ornamen, namun kedua teras ini memiliki persamaan. Yakni sama-sama bisa dijadikan akses menuju tangga naik (ke lantai 2) maupun turun (ke lantai dasar) dan tempat wudhu. Bagian tangga didominasi marmer berwarna hitam, dengan kombinasi putih sebagai hiasannya. Tangga dan pagar terbuat dari logam stainliss.

Keindahan masjid ini juga akan lebih menarik jika di malam hari. Lampu-lampu yang meneranginya membuat masjid ini nampak bercahaya jika dilihat dari kejauhan.

Kegiatan dan Fasilitas

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid seluasr 5.268 m2 ini memiliki tiga lantai. Lantai dasar dipergunakan untuk berbagai acara keagamaan dan aktivitas kemasyarakatan. Lantai 1 dan 2 untuk melaksanakan sholat berjamaah, baik sholat 5 waktu, sholat Jum’at, ataupun sholat Idul Adha maupun Idul Fitri.

Maskipun pada lantai dasar diperuntukkan untuk acara keagamaan, namun banyak juga yang memakainya untuk sholat. Yang sholat di sini biasanya orang-orang yang lewat dan mampir untuk sholat, lantas beristirahat sebentar sembari  melepas lelah.

Selain itu, diluar masjid terdapat selasar yang cukup luas. Adanya halaman penunjang dan taman yang cukup asri, disertai adanya beberapa bangunan penunjang seperti lapangan parkir yang luas. Ruang sekretariat dan beberapa bangunan tempat aktifitas pendidikan dan pembelajaran.

Sarana pendidikan itu diantaranya TK At-Taqwa Balikpapan, Madrasah Diniyyah PLUS ula wushto dan ulya (setingkat SD, SMP, dan SMA). Tersedia pula perpustakaan Islam At-Taqwa dan klinik kesehatan. Selain itu, masjid ini juga memiliki website resmi yaitu di laman www.attaqwacenter.com.  (njs/dbs)

Source : gomuslim.co.id/read/khazanah

Related posts

Al-Azhar, Pelindung Umat Muslim Sepanjang Sejarah

admin

Ulama NU Menjelaskan Definisi dan Maksud Islam Nusantara

admin

Tugas Malaikat Jibril Sekarang Setelah Tidak Turun Lagi Wahyu ?

admin

Islam di Spanyol: Benteng Terakhir itu Bernama Granada

admin

Mana Tulisan Insyāallāh Yang Benar ?

admin

Tahukah Antum ? Tulisan “Ya Muhammad” Diganti Menjadi “Ya Majid”

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami