Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Warta Dalam Kota

Sekolah Swasta Balikpapan Rugi Rp 49 Miliar Akibat Pelanggaran PPDB

MADINATULIMAN.COM – Setelah membeber pelanggaran administrasi dan pidana pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) kini melansir potensi kerugian keuangan yang ditanggung sejumlah sekolah swasta akibat kecurangan tersebut.

Anggota BMPS Ridwansyah membeberkan, dari hasil perhitungan pihaknya terdapat sekitar Rp 49,6 miliar dana yang mestinya masuk ke sekolah swasta di Balikpapan. Hanya saja, potensi dana itu akhirnya hilang, lantaran siswa yang tidak lolos kualifikasi ke sekolah negeri, tetap dipaksa masuk ke sekolah negeri. Baik melalui jalur “belakang” maupun karena pihak sekolah yang tiba-tiba menambah rombongan belajar (rombel).

Ia merinci, dana tersebut di antaranya berasal dari biaya gedung siswa, SPP bulanan serta dana Bantuan Operasional Siswa (BOS).  Sementara besar atau kecilnya dana yang masuk tersebut, tergantung dari jumlah siswa yang mendaftar di sekolah swasta.

“Kami menghitung ada sekitar Rp 49,6 miliar dana yang harusnya masuk dan bisa dikelola oleh sekolah swasta. Dana tersebut juga mestinya bisa digunakan untuk mengembangkan sekolah swasta. Tapi akhirnya harus hilang karena kejadian pelanggaran di PPDB tersebut. Jika seperti ini terus, lama-kelamaan sekolah swasta jadi tutup,” katanya.

Besarnya angka kerugian itu berasal dari jumlah siswa titipan yang diperkirakan mencapai  3.822 siswa (selengkapnya lihat infografis). Jumlah siswa titipan temuan BMPS itulah yang kini juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Jika tidak ditangani serius, ia pun khawatir kejadian serupa akan terus terulang saat PPDB selanjutnya.

“Jika tidak ada upaya untuk mengungkap dan menghentikan praktik ini. Bayangkan saja apa dampaknya bagi sekolah swasta. Makanya banyak guru swasta yang mengharapkan agar kasus ini segera dituntaskan,” tambahnya lagi.

Diketahui sebelumnya, tudingan adanya tindak pidana korupsi berbentuk gratifikasi dalam PPDB datang dari para guru swasta Balikpapan saat melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD, Kamis (17/7) lalu. Mereka menuduh ada oknum anggota DRPD yang bertindak sebagai makelar siswa titipan dengan menerima uang dari orangtua agar anak mereka dapat masuk ke sekolah negeri. Sayangnya, Dinas Pendidikan tidak bisa apa-apa karena mendapat tekanan dari legislatif.(*/qi/tom/k9/KALTIMPOST)

Related posts

Alhamdulillah Balikpapan Kota Beriman Raih Adipura Kencana

admin

Polres Balikpapan Pastikan ISIS Tak Sebarkan Ajarannya

admin

2055 Liter Miras Disita Oleh Satpol PP Balikpapan Selama 1,5 Tahun

admin

DPKP dan MUI Balikpapan Sidak Daging Ayam dan Sapi di Pasar Pandansari

admin

SDN 004 Balikpapan Barat Peringati Maulid, Gelar Lomba Islami

admin

Komunitas Pelestarian Alam (KPA) Melepaskan Ratusan Burung

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com