Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Balikpapan Kita Pilihan Utama

Siapa Pencetus Kota Balikpapan Madinatul Iman ?

MADINATULIMAN.COM – Balikpapan Madinatul Iman (Kota Beriman), sudah sangat familiar di masyarakat kota Minyak di Kalimantan Timur ini. Istilah “Madinatul Iman” dipakai untuk nama tempat ibadah dan lain sebagainya. Namun bagaimana hadirnya istilah tersebut?.

Didalam situs Balikpapan.prokal.co (10 Februari 2018), disebutkan bahwa pencetus konsep adalah H. Imdaad Hamid, wali kota Balikpapan saat itu. Rabu, 3 Februari 2010, konsep Kota Madinatul Iman diseminarkan.

Konsep Madinatul Iman tidak berarti akan menjadikan Balikpapan sebagai kota dimana warna keagamaan / corak religi hanya satu agama (baca Islam saja) yang akan mendominasi suasana kota.

Menurut H. Imdaad, konsep Madinatul Iman adalah Balikpapan yang menjadi city of faith. Kota yang didorong oleh semangat keyakinan, dorongan keimanan untuk menjadi lebih baik, maju dengan tetap bermartabat.

Konsep Balikpapan Madinatul Iman merupakan tekad dan cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Balikpapan yang Beriman di tengah heterogenitas suku dan agama serta kemajuan zaman.

H. Imdaah menyadari bahwa untuk mewujudkan Balikpapan Madinatul Iman tidak semudah membalik telapak tangan. Harus disertai dengan tekad dan kerja keras serta dilaksanakan secara bertahap dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan yang lebih luas.

Sementara dalam situs madinatuliman.blogspot.com (12 Januari 2008) telah disebutkan istilah “Madinatul Iman”, yaitu Madinatul Iman adalah kota berperadaban maju dan modern, hidup sejahtera dunia dan akhirat dalam nuansa kota yang bersih, indah, aman, dan nyaman.

Disebutkan juga ciri daripada Kota Madinatul Iman :

1. Penduduk yang agamis dan berakhlak mulia.
2. Hukum ditegakkan dengan adil dan bijaksana.
3. Pendidikan masyarakat relatif tinggi.
4. Masyarakat berpenghasilan tinggi minimal US $ 3.000,00. (Tahun 2008)
5. Kota dengan fasilitas modern, indah, dan tertata baik.

Lebih jauh, bahwa konsep Madinatul Iman diformulasikan dari tatanan kehidupan masyarakat ideal, atau dikenal dengan istilah Masyarakat Madani yang mengacu pada masyarakat kota Madinah yang dibentuk oleh Rasulullah SAW. Masyarakat Madani adalah masyarakat berperadaban atau civil society yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Masyarakat Madaniah adalah masyarakat ideal yang bersumber dari Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW yang diturunkan oleh Allah SWT untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir dan bathin. Sejarah telah membuktikan bahwa dari kota Madinahlah munculnya reformasi peradaban yang membebaskan manusia kepada cahaya keagungan Islam :

1.Tatanan spiritual, yaitu tatanan yang mengatur hubungan vertikal hamba dan sang pencipta Allah SWT atau hablum minallah yang bersumber dari tauhid. Masyarakat Madani mendorong manusia untuk menjadikan Allah SWT sebagai landasan motivasi dan tujuan dari seluruh aktifitas kehidupan.

2.Tatanan moral, yaitu tatanan yang mengatur batasan-batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan yang bersumber dari nilai-nilai taqwa. Masyarakat Madani mendorong manusia untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar untuk mengendalikan masyarakat agar tidak terjerumus pada kemaksiatan dan kesia-siaan.

3.Tatanan sosial, yaitu tatanan yang mengatur hubungan dengan sesama manusia atau hablum minannas yang bersumber dari nilai ukhuwah. Masyarakat Madani mendorong manusia untuk selalu menjaga silaturahim atau hubungan baik dengan sesama manusia.

4.Tatanan ekonomi, yaitu tatanan yang mengatur kehidupan ekonomi yang bertumpu pada nilai-nilai keadilan, masyarakat Madani mendorong manusia untuk mengembangkan potensi ekonomi ummat yang didasari kejujuran dan kepercayaan.

5.Tatanan politik pemerintah, yaitu tatanan yang mengatur politik dan pemerintahan yang bersumber dari nilai musyawarah. Masyarakat Madani mendorong partispasi setiap warga untuk menjaga kehidupan masyarakat.

Kelima pondasi Masyarakat Madani tersebut merupakan satu kesatuan yang harus dilaksanakan secara terpadu dan tidak boleh dipisahkan. Kehancuran peradaban terjadi ketika tanpa sadar masyarakat mengadopsi paham liberalisme yakni paham yang memisahkan tatanan spiritual dan moral di satu pihak dari sistem sosial , tatanan ekonomi, dan sistem politik pemerintahan.

[4r]

Related posts

SDN 021 Balikpapan Tengah Raih 3 Emas dan 2 Perunggu dalam O2SN Kaltim

admin

Masjid Cheng Ho Balikpapan Jadi Destinasi Wisata Keragaman Budaya

admin

Ribuan Umat Islam Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di At-Taqwa Balikpapan

admin

Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid oleh Bimas Islam Kemenag

admin

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1440 H untuk Balikpapan dan Sekitarnya

admin

Masjid di Balikpapan Ini Tunaikan Idul Adlha 1439 H Berbeda dengan Pemerintah

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp BAGI INFO KE KAMI