Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Syariah

Siapakah Ahlussunnah wal Jama’ah ?

MADINATULIMAN.COM – Ahlussunnah adalah jumhur (mayoritas) umat Nabi Saw, mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam hal yang menjadi keyakinan atau ushulul i'tiqad (pokok keyakinan). Ushulul i'tiqad yang dimaksud adalah enam perkara didalam hadits Jibril, dalam sebuah kisah ketika Malaikat Jibril bertanya kepada Rasulullah Saw tentang iman.

Sebaik-baiknya qurun (khairul qurun) adalah tiga gurun pertama Islam berdasarkan sabda Nabi

 خير القرون قرني ثم ّ الذين يلونهم ثم ّ الذين يلونهم
"Sebaik-baiknya qurun adalah masaku, kemudian yang datang setelah mereka dan yang datang setelah mereka".

Makna qurun adalah masa 100 tahun, sebagaimana dirajihkan oleh al-Hafidz Ibnu 'Asakir dan lainnya.

Dalil bahwa Allah SWT mewasiatkan agar berpegang teguh kepada jama'ah kaum muslimin adalah sabda Nabi Saw:

 أُوصِيكُمْ بِأَصْحَابِي ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
"Aku wasiatkan kepada kalian agar berpegang kepada sahabatku, kemudian yang datang setelah mereka (tabi'in) dan orang-orang yang datang setelah mereka (tabi'ut tabi'in)".

Dan sabda Nabi :

 عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ ، وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ ، وَهُوَ مِنَ الاثْنَيْنِ أَبْعَدُ ، وَمَنْ أَرَادَ بُحْبُحَةَ الْجَنَّةِ فَعَلَيْهِ بِالْجَمَاعَةِ
"Hendaklah kalian berpegang dengan aljama'ah, jauhilah furqah (kelompok pecahan), sebab setan itu bersama yang bersendirian, jika berdua setan akan lebih jauh, dan barangsiapa yang menginginkan tempat ditengah-tengah surga, maka hendaklah ia berpegang pada al-jama'ah".

Al-Hakim menshahihkannya. At-Turmidzi berkata: hadits ini hasan shahih.

Abu Daud meriwayatkan dari hadits Mu'awiyah:

 وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ: ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ، وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ، وَهِيَ الْجَمَاعَةُ.
"Sungguh millah ini akan terpecah menjadi 73, 72 di neraka, hanya satu yang di surga, dan itu adalah al-Jama'ah".

Al-Jama'ah yang dimaksud adalah al-Sawadul A'dham (kelompok terbesar daripada umat Islam) bukan bermakna jama'ah shalat.

Mengapa Ahlussunnah dinisbatkan kepada dua imam yaitu Abul Hasan al-Asy'ari dan Abu Manshur al-Maturidi?

Setelah tahun 260 hijriyah, tersebar kebid'ahan kelompok Mu'tazilah, lalu Allah mentakdirkan adanya dua imam tersebut (Abul Hasan al-Asy''ari dan Abu Manshur al-Maturidi), keduanya menegakkan dengan jelas aqidah Ahlusunnah yang merupakan aqidah sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka, dengan memaparkan dalil-dali 'aqliyah dan naqliyah seraya membantah syubhat Mu'tazilah dimana mereka terdiri dari banyak kelompok hingga mencapai 20 firqah.

Keduanya berdiri tegak terdepan membantah setiap kelompok Mu'tazilah tersebut sampai syubhat-syubhat pun lenyap. Kemudian dinisbatkan Ahlussunnah kepada keduanya, sehingga jadilah dikatakan bahwa Ahlussunnah adalah Asy'ariyyun dan Maturidiyyun. [AR]

Disarikan dari: Matan Aqidah Ibn 'Asakir

Related posts

Hukum Menyambut Jama’ah Haji dengan Pelukan dan Ciuman Pipi

admin

Anjuran Menghidupkan Malam Hari Raya dan Komentar Ulama

admin

Shalat Jenazah di Masjid adalah Sah dan Boleh Bahkan Disunnahkan

admin

Risalah Ramadhan (6) ; Komentar Ulama Mengenai Jumlah Raka’at Tarawih

admin

Shighat (Bacaan) dan Hukum Takbir Hari Raya (‘Idul Fithri dan ‘Idul Adlha)

admin

7 Hal yang Harus Dihindari dalam Shalat

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami