Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Berita Nusantara

Subhanallah, Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia

MADINATULIMAN (Solo) – Seluruh elemen masyarakat kota Solo Jawa Tengah termasuk tokoh agama,alim ulama dihimbau oleh Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta Achmad Purnomo untuk menciptakan Solo sebagai Kota Shalawat dengan memperbanyak kegiatan keagamaan. Hal ini sesuai dengan program yang dicanangkan oleh walikota solo FX Hadi Rudyatmo dua pekan lalu.
 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Surakarta Achmad Purnomo saat meresmikan penyelesaian pembangunan masjid Alkhlas di Kelurahan Kadipiro Kecamatan Banjarsari Solo Sabtu siang. Beberapa kegiatan keagamaan yang dapat mendukung program kota shalawat diataranya lomba adzan, lomba shalawat dan lomba pembacaan ayat suci Alquran. Dihadapan warga Clolo, tokoh masyarakat dan jajaran Muspika Banjarsari Achmad Purnomo juga mengajak agar tempat ibadah seperti masjid dijadikan pemersatu masyarakat untuk menghindari gesekan-gesekan yang berpotensi menimbulkan konflik.

“Gunakan masjid sebagai tempat berembug dan beribadah. Selain itu, Pemkot sangat mendukung kegiatan masyarakat di bidang keagamaan untuk mendukung Solo sebagai Kota Shalawat. Saya pribadi akan meluangkan waktu mendatangi kegiatan seperti ini bila ada undangan,” kata Wawali.

Di masjid yang dibangun warga dengan dana swadaya serta bantuan donatur termasuk Pemkot Surtakarta, orang nomor dua di Kota Bengawan ini menandatangani prasasti dan pengguntingan pita. Wawali yang didampingi anggota dan mantan DPRD Surakarta serta jajaran Muspika juga meninjau bangunan dua lantai masjid yang menelan anggaran Rp 450 juta lebih.

Lebih lanjut Wawali menyampaikan, kegiatan keagamaan seperti shalawat bersama akan terus digeber Pemkot. Kegiatan shalawat bersama sudah dilaksanakan di Koridor Jalan Jendral Sudirman dengan mengundang Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf dan puluhan ribu jamaah pada Sabtu malam.

“Ke depan, Pemkot akan terus mengaktifkan kegiatan shalawat ini di waktu dan lokasi berbeda,” tutur Wawali.

Sementara itu pantia pembangunan Masjid Al Ikhlas Sakidi memaparkan, pembangunan masjid murni dibiayai secara swadaya dan bantuan donatur. Masjid dibangun dengan waktu yang pendek yakni 10 bulan agar sebelum Ramadhan masjid bisa dimanfaatkan beribdah.Namun takmir masjid masih mengalami kendala pembiayaan untuk membeli perlengkapan masjid. []

Source: berita21.com

Related posts

KH. Ali Musthafa Ya’qub: Pesantren Jangan Tinggalkan ‘Kitab Kuning’

admin

Ada 103 Pesantren di Indonesia Terindikasi Radikal

admin

Ngaji Kitab Kuning Online via Internet di Masjid Al-Akbar

admin

Muktamar Muhammadiyah ke-47 Juni 2015 Akan Dibuka di Makassar

admin

Mathla’ul Anwar Tentang Keras Legalisasi Aborsi

admin

NU Kirim Dai dan Imam Ikuti Daurah di Al Azhar Mesir

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com