Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Hikmah

Sumpah Imam Al Qurthubi Bahwa Telah Berjumpa Dengan Nabi Muhammad Saw

MADINATULIMAN – Salah seorang imam besar ahli tafsir, yang shaleh, zuhud dan wira’i, yang menjadi rujukan para ulama besar Ahlus Sunnah, yaitu Imam al-Qurthubi (578 – 656 H), didalam salah satu kitabnya bersumpah bahwa pernah berjumpa dengan Nabi shallahu ‘alayhi wa sallam secara sadar (bukan tidur), dimana sebelumnya ia mimpi terlebih dahulu. 
 

Imam al-Qurthubi menuturkan kisah ini didalam kitab karyanya yang berjudul Al-Mufhim lima Asykala min Talkhish kitab Muslim (Juz 5 halaman 24-25, cetakan Dar Ibn Katsir dan Dar al-Kalim ath-Thayyib, Beirut), berikut redaksinya:

"Sungguh hal ini (mimpi lalu menjadi kenyataan) sering terjadi padaku beberapa kali, di antaranya : Ketika aku sampai ke Tunis, bermaksud untuk berangkat haji, aku mendengar kabar buruk tentang negeri Mesir dari musuhnya yang telah menguasai Dimyath.

Maka aku rencanakan untuk menetap sementara di Tunis hingga sampai selesai dari urusan musuh. Kemudian aku bermimpi berada di Masjid Nabi dan aku duduk di sisi Mimbarnya. Dan beberapa orang memberi salam kepada Nabi shallahu ‘alayhi wa sallam.

Tiba-tiba seseorang mendatangiku dan menegorku “Berdirilah dan ucapkan salam kepada Nabi“. Maka buru-buru aku ucapkan salam kepada Nabi dan aku terbangun dari tidurku dan lisanku masih mengucapkan salam kepada Nabi.

Maka Allah memberikan kemudahan kepadaku dan hilanglah rasa takutku terhadap musuh di luar sana. Kemudian aku bersafar (pergi) hingga sampai di Iskandariyyah dengan perjalanan selama kurang lebih 30 hari dalam keadaan selamat.

Dan aku mendapati Iskandariyyah dan kota-kota Mesir dalam keadaan mencekam, susah dan banyak musibah. Aku menetap di sana sepuluh hari dan Allah telah memecahkan pasukan musuh dan menetapkan kota aku tempati dengan tanpa gangguan sedikit pun dari musuh dengan kelembutan Allah yang Maha Pengasih dari Dzat yang Maha Pengasih.

Kemudian Allah menyempurnakan kebaikan-Nya kepadaku dengan mentaqdirkanku sampai ke makam Nabi shallahu ‘alayhi wa sallam dan masjidnya setelah melakukan haji, dan sungguh Demi Allah, au melihat Nabi dalam keadaan sadar persis keadaannya sebagaimana aku melihatnya didalam mimpiku tanpa ada tambahan dan pengurangan sedikitpun".

Kejadian yang dialami oleh Imam al-Mufassir al-Qur'thubi merupakan peristiwa yang luar biasa, termasuk nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Maka sungguh benar sabda Nabi shallahu ‘alayhi wa sallam :

من رآني في المنام فسيراني في اليقظة ولا يتمثل الشيطان بي
"Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka dia akan melihatku di waktu terjaga, dan syaithan tak bisa menyerupaiku ” (HR. Imam Al Bukhari)

Oleh: Ust. Ibnu 'Abdillah al-Katiby
Editor : AR

Related posts

Jika Engkau Tidak Menangis Melihat Ini Maka Engkau Bukanlah Manusia Sejati

admin

Jadikan Kasih Sayang sebagai Jalanmu dalam Melangkah

admin

Dosa Terhapus karena Anak Kecil

admin

Apakah Ramadhan Meningkatkan Kualitas Diri Kita?

admin

Ternyata Menangis Itu Benar-Benar Indah

admin

Ibarat Anak Ayam Yang Berada Didalam Cangkang Telur

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami