Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Khazanah Islam

Tahukah Antum ? Tulisan “Ya Muhammad” Diganti Menjadi “Ya Majid”

MADINATULIMAN – Tahukah Antum ?! Di jeruji dinding makam Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam terdapat tulisan "Ya Allah Ya Majid (يا الله يا مجيد)" yang berarti "Wahai Allah, Wahai Dzat Yang Maha Mulya". Silahkan perbesar foto disamping agar terlihat dengan jelas. Foto tersebut diambil pada tanggal 8 April 2012 jam 05.43 waktu KSA oleh Saudara Kaheel Baba Naheel. 
 

Namun, sebenarnya tulisan tersebut dahulu tidak berbunyi seperti itu namun berbunyi "Ya Allah Ya Muhammad (يا الله يا محمد)" yang berarti "Wahai Allah, Wahai Muhammad".

Banyak foto-foto yang memperlihatkan bahwa dahulu berbunyi "Ya Allah Ya Muhammad", bahkan kalender yang dijual di sana pun masih tetap menggunakan foto yang lama. Perlu juga diketahui bahwa dibalik jeruji tersebut terdapat 3 jasad manusia yang mulya yakni Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa Sallam, Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khaththab.

 
Perubahan yang terjadi pada tulisan tersebut adalah dari (محــــــــمد) menjadi (مجـــــــيد) yakni huruf "HA" diganti menjadi "MIM" dan huruf "MIM" diganti menjadi "YA'". Besar kemungkinan perubahan tersebut dilakukan karena pengaruh paham yang di anut pemerintah disana yang melarang memanggil Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa Sallam yakni menggunakan haruf nidaa' (Yaa / wahai) karena beliau Shallallahu 'Alayhi wa Sallam sudah wafat.
 
Selain itu, pada tiang-tiang yang berada di sekitar makam Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa Sallam juga terdapat penggalan syair-syair tawassul yang begitu indah yakni syair tawassul kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam yang hingga saat ini masih ada dan tidak di hapus atau di ubah seperti yang dilakukan pada lafadz "Ya Muhammad". 

Diantara isi syair tawassul tersebut adalah

يا خير من دفنت بالقاع أعظمه # فطاب من طيبهن القاع والأكم 

نفسي الفداء لقبر أنت ساكنه # فيه العفاف وفيه الجود والكرم

Wahai sebaik-baik manusia yang jasadnya dikuburkan di dalam tanah
Menjadi harumlah tanah dan bukit karenanya
Jiwaku sebagai penebus bagi kubur yang engkau tempati

Di dalamnya ada kesucian, kemurahan, dan kemuliaan. []

Redaktur : AR

Related posts

Islam di Spanyol: Benteng Terakhir itu Bernama Granada

admin

Sejarah dan Arsitektur Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan

admin

Inilah Asal Muasal Kalimat Penutup Pidato : Billahit taufiq wal Hidayah dan Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Thariq

admin

Pengertian Istilah Haram, Makruh Tahrim, Makruh Tanzih dan Khilaful Aula

admin

Mengenal Fi’il dan Fa’il (Kata Kerja dan Subjek))

admin

Al Azhar adalah Ka’bah Keilmuan Ummat Islam

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami