Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Pesantren Pilihan Utama Warta Dalam Kota

Tanah Longsor di Ponpes Asy-Syifa Balikpapan Butuh Bantuan

MADINATULIMAN.COM – Bencana tanah longsornya yang mengalami sebagian bangunan Pondok Pesantren Asysyifa di Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara hingga saat ini belum mendapat perhatian dari pemerintah kota. Padahal kondisi tanah yang labil sampai kini terus mengalami pergerakan, terlebih lagi hujan selalu mengguyur belakangan ini.

 
 "Sampai saat ini kondisinya terus mengalami pergeseran sedikit-sedikit. Untuk bantuan juga belum ada," ujar salah satu pengurus pesantren, Ustaz Rozy kepada Balikpapan Pos, kemarin (11/5/2018).
 
 Bahkan, lebih parahnya lagi tembok yang semula hanya mengalami retak-retak kini telah roboh. Namun saat ini perbaikan tembok tengah dilakukan oleh pihak masjid yang berdampingan dengan pesantren. Pihak pondok pesantren berharap segera adanya bantuan untuk mengatasi bencana yang membuat ratusan santri harus mengungsi ke bangunan pondok pesantren Asysyfa yang terletak di Km 15, Balikpapan Utara.
 
 Kini lokasi bangunan yang merupakan tempat menginap para santriwati dan bangunan kelas serta rumah guru pengajar, ditutup agar tidak ada melakukan aktifitas di sana. Karena di khawatirkan, bangunan yang ada sewaktu-waktu dapat roboh karena adanya pergeseran tanah.
 
 Diektahui, kejadian longsor ini mulai terjadi sejak pertengahan tahun 2017 lalu, awalnya jalan di sekitar lokasi mengalami pecah-pecah hingga merembet ke bangunan yang ada dan kondisinya kini semakin memprihatinkan. Bahkan tiga bangunan penginapan santriwati harus dirobihkan lantaran sangat membahayakan. Beberapaka kali pihaknya melakukan penambalan jalan yang retak-retak menggunakan semen, akan tetapi terus saja mengalami pergeseran.
 
 "Agar santri kita keamanan tetap terjaga, terpaksa kita pindahkan ke pesan Asysyfa yang berloaksi di Km 15, ya walaupun di sana tidak memadahi untuk menampung tetap kita lakukan, karena memang disini tidak dapat lagi digunakan," kata Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Asysyifa Balikpapan, Ustad Unar Assidik.
 
 Masalah longsor tersebut sebenarnya sudah disampaikan ke pihak pemerintah kota baik melalui lisan maupun tulisan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut untuk memberikan solusi terhadap pondok pesantren ini. (pri/rus)
 
350 Santiwati Diungsikan
 
Hujan yang terus mengguyur kota Balikpapan membuat sejumlah tanah disebagian wilayah ikut bergerak, hingga membuat longsor disejumlah tempat. Salah satu lokasi yang ikut menjadi korban longsor yaitu di Pondok Pesantren Asysyifa, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara.
 
Kejadian longsor yang terjadi sejak pertengahan tahun 2017 lalu, kini kondisinya semakin memprihatinkan. Bahkan tiga bangunan penginapan santriwati harus di robohkan lantaran sangat membahayakan bagi para santri.
 
Namun bukannya berhenti, longsor terus terjadi hingga merusak akses jalan menuju ruang kelas dan ruang pondok santriwati yang berada di belakang. Selain itu rumah guru pengajar ikut menjadi korban hingga tidak dapat lagi ditempati.
 
Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Asysyifa Balikpapan, Ustad Umar Assidik mengatakan akibat longsor yang terjsdi 350 santiwati terpaksa harus dipindahkan ke Pondok Pesantren Asysyifa di Km 15 Balikpapan Utara.
 
"Santri  dipindahkan ke sana (Ponpes Km 15) walaupun tidak memadahi untuk menampung santri. Tetap kami lakukan,  karena ruang di sini tidak dapat digunakan lagi. Ada sebagian yang kita tampung di gedung sebelah," terang Umar saat ditemui Balikpapan Pos, di lokasi longsor, kemarin (26/4).
 
Dia menambahkan, lokasi lahan di Km 15 milik Pondok Pesantren lumayan luas, saat ini masih dalam proses pembangunan. Akan tetapi kurannya dana menjadi salah satu kendala dalam melakukan penyelesaian pembangunan. Pihaknya juga sudah berupaya untuk mencari bantuan ke pemerintah kota (pemkot) dengan menyampaikan secara lisan dan tulisan terkait longsor yang terjadi.
 
"Kalau secara lisan sudah, hari ini (kemarin, Red) kita sudah membuat secara tertulis dan akan kita kirimkan ke pemerintah secara resmi," bebernya.
 
Pihak pondok pesantren berharap, pemkot dapat memberikan bantuan untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan fasilitas pondok pesantren akibat longsor yang terjadi.
 
Kini ruang pondok santriwati dilarang melakukan aktifitas, lantaran tembok yang ada sudah mengalami retak parah dan sewaktu-waktu di khawatirkan akan roboh. "Harapan kami semoga pemkot  mengetahui kondisi dari kami, kalau memang ada dana yang bisa di berikan kita sangat mengharapkan sekali, kami juga mempersilahkan jika ada masyarakat yang mau memberikan bantuan," pungkasnya. (pri/rus)
 
 
http://balikpapan.prokal.co/read/news/230852-350-santiwati-diungsikan.html

Related posts

Panglima Kodam VI/Mulawarman: Tingkatkan Razia Perbatasan RI-Malaysia

admin

Pesantren Jurnalistik di SMK Nahdlatul Ulama Kota Balikpapan

admin

MUI Minta Tuntaskan Pembebasan Lahan Balikpapan Islamic Centre

admin

Islamic Center Balikpapan Akan Digunakan Shalat Idul Adha 1437 H

admin

Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Balikpapan Km 1.5

admin

SDIT dan SMPIT Al Auliya Kumpulkan 31 Juta untuk Palestina

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami