Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Pilihan Utama Warta Dalam Kota

Tarif Rapid Tes Balikpapan 300-400 Ribu, Edaran Kemenkes Dianggap Tidak Cocok

MADINATULIMAN.COM Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, masih akan mempelajari surat edaran Kementerian Kesehatan yang menetapkan batas tertinggi pemeriksaan rapid test antibodi untuk mendeteksi Virus Corona atau covid-19 sebesar Rp 150 ribu. Sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi rapid test Antibodi.

Menurut Rizal Effendi, karena kebijakan batasan tarif rapid test masih belum dapat diterapkan di Kota Beriman. Pasalnya di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, harga rapid test masih berkisar diantara Rp 300 ribu-Rp 400 ribu.

Sebab saat rapid test menjadi barang langka, fasilitas kesehatan rumah sakit dan klinik telah melakukan investasi alat tersebut dengan mendatangkan barang dari luar negeri. “Jangan sampai ada kerugian. Karena pemerintah daerah dan RS beli harganya sudah Rp 150 ribu. Stok ini dibeli sebelum rapid beredar luas, ini menjadi persoalan,” katanya, Kamis (9/7/20).

“Harusnya Dirjen mengecek dulu, di daerah apakah masih ada stok lama, karena beli waktu itu sudah mahal duluan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty menerangkan bahwa seluruh faskes yang membuka layanan rapid test harus membuat surat perizinan.

Ini diajukan kepada Dinas Kesehatan Kota Balikpapan sebagai syarat mutlak untuk bisa mengadakan test cepat tersebut.

“Tim kami akan turun, mengecek jenis merek rapid test apakah masuk rekomondasi BNPB. Kami juga tentu melihat bukti pembeliannya,” ujar wanita yang kerap disapa Dio itu.

Berdasar laporannya, dari 30 fasilitas kesehatan yang telah mendapat surat rekomendasi Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, pihaknya masih belum mendapati ada fasilitas yang beli alat rapid test dengan harga dibawah Rp 150 ribu.

Pun dengan beredarnya edaran Kemenkes, DKK melakukan tindak cepat dengan mengecek langsung harga alat rapid test ke seluruh distributor.

Bahwasannya ada kabar mengenai harga pokok alat rapid test kisarannya diangka Rp 30 ribu, DKK Balikpapan masih belum menemukan itu.

Adapun informasi yang didapat justru mengenai Kemenkes yang akan melakukan penelitian pembuatan rapid test dalam negeri yang dinamai RI-GHA Covid-19.

“Rapid test buatan dalam negeri itu harganya kisaran Rp 75 ribu, tapi belum beredar di pasaran, rencananya diperkirakan bulan Agustus,” pungkasnya. (*/kaltimtribun)

Related posts

RMI Kaltim Rapat Koordinasi dengan RMI Balikpapan di Graha NU

admin

Ribuan Umat Islam Bershalawat Bersama Gus Azmi di Lapangan Merdeka

admin

Kabar Penculikan Anak Di Balikpapan Hoax, Kapolres Tetap Imbau Warga Waspada

admin

Pesantren Jurnalistik di SMK Nahdlatul Ulama Kota Balikpapan

admin

Jelang UN, SMA Al Hassan Gn Pasir Balikpapan Fokus Benahi Mental Siswa

admin

Komunitas Pelestarian Alam (KPA) Melepaskan Ratusan Burung

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com