Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Ubudiyah

Tatacara Shalat Tasbih Riwayat Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud

MADINATULIMAN.COM – Ada banyak macam shalat sunnah, baik yang ratibah maupun yang bukan ratibah. Ada pula shalat sunnah yang dianjurkan berjama’ah dan tidak dianjurkan berjama’ah.

Salah satu jenis shalat sunnah adalah shalat tasbih / tasabih. Shalat tasbih dilaksanakan sebanyak 4 raka’at yang didalam terkandung 300 bacaan tasbih. Banyaknya tasbih yang dibaca didalam shalat sunnh ini, sehingga kemudian disebut dengan shalat tasbih.

Syaikh Nawawi Al-Bantani didalam Nihayatuz Zain berkata:

وَهِي أَربع رَكْعَات بِتَسْلِيمَة وَاحِدَة وَهُوَ الْأَحْسَن نَهَارا أَو بتسليمتين وَهُوَ الْأَحْسَن لَيْلًا لحَدِيث صَلَاة اللَّيْل مثنى مثنى
“Shalat tasbih itu sebanyak 4 raka’at dengan 1 kali salam, itu lebih baik (ahsan) dilakukan pada siang hari, atau dengan 2 kali salam dan itu lebih baik pada malam hari, berdasarkan hadir shalat malam itu dua raka’at dua raka’at”.

Bacaan tasbih tersebut adalah:

سُبْحَانَ الله وَالْحَمْد لله وَلَا إِلَه إِلَّا الله وَالله أكبر وَلَا حول وَلَا قُوَّة إِلَّا بِاللَّه الْعلي الْعَظِيم

Tatacara Riwayat Ibnu ‘Abbas

Cara melakukan shalat tasbih, dimulai dari Takbiratul Ihram, membaca do’a Iftitah, surah Al-Fatihah dan membaca ayat/surah Al-Qur’an jika mau. Jika membaca surah maka lebih utama surah Al-Hadid, al-Hasyr, Ash-Shaff dan Ath-Thaghabun, atau Az-Zalzalah, al-‘Adiyyat, Alhakum (At-Takatsur) dan Al-Ikhlash, kemudian setelahnya dan sebelum ruku’ membaca Tasbih sebanyak 15 kali, didalam ruku’ 10 kali, didalam i’tidal 10 kali, sujud pertama 10 kali, duduk diantara dua sujuk 10 kali, sujud yang kedua 10 kali, duduk istirahat atau setelah tasyahhud 10 kali, maka jadilah jumlahnya 75 kali / satu raka’at, sehingga bila 4 raka’at berarti 300 kali bacaan tasbih.

Tatacara Riwayat Ibnu Mas’ud

Cara melakukan shalat tasbih lainnya adalah setelah takbiratul Ihram dan sebelum qira’ah (sebelum Al Fatihah dan surah/ayat) membaca tasbih sebanyak 15 kali, kemudian setelah qira’ah dan sebelum ruku’ sebanyak 10 kali, didalam ruku’ 10 kali, didalam i’tidal 10 kali, didalam sujud pertama 10 kali, duduk diantara dua sujud 10 kali, dan sujud yang kedua 10 kali, dan tidak ada bacaan apapun saat duduk istirahat maupun setelah tasyahhud. Pada raka’at kedua, membaca 10 kali setelah berdiri dari sujud dan sebelum qira’ah (sebelum membaca Al-Fatihah dan ayat/surah).

Menurut Syaikh Nawawi Al-Bantani, tatacara riwayat Ibnu Abbas lebih kuat.

وَهَذِه رِوَايَة ابْن عَبَّاس وَهِي أرجح من رِوَايَة ابْن مَسْعُود
“Ini adalah riwayat Ibnu ‘Abbas, dan lebih kuat (arjah) daripada riwayat Ibnu Mas’ud”.

Bagi orang yang mampu, maka laksanakan shalat tasbih setiap hari. Jika tidak bisa maka sebulan sekali, jika tidak bisa pula, maka setahun sekali. Jika tidak bisa juga, maka minimal seumur hidupnya melaksanakan shalat tasbih 1 kali. Dan jika tidak melaksanakannya sama sekali, berarti itu menunjukkan kemalasan / remeh didalam agama.

Do’a setelah Shalat Tasbih :

اللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ الهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ اليَقِيْنِ وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتَّى نَخَافَـكَ اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ مَخَافَةَ تُحْجِزُنَا عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى نَعْمَلَ بِطَاعَتِـكَ سُبْحَانَ خَالِقَ النُّوْرُ

Do’a diatas sebagaimana yang tertera didalam kitab Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi-in karya Syaikh Ibnu Umar Nawawi Al-Bantani. [4bd]

Related posts

Membaca Tasmi’ Tiap Bangun dari Ruku’

admin

Ketika Lupa Niat Puasa Ramadlan Dimalam Hari

admin

Fikih Shalat Dengan Posisi Duduk

admin

Bacaan Shalat Gerhana Setiap Berdiri (Qiyam)

admin

Ibadah Para Ulama Ahli Hadits Yang Menakjubkan

admin

Adab Membaca Al-Qur’an : Siwak dan Membaca Dalam Keadaan Suci

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp BAGI INFO KE KAMI