Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Konsultasi

Transaksi Didalam Masjid dan Membayar Zakat Fitrah Dengan Uang

MADINATULIMAN – Assalamu'alaikum madinatuL iman.. Saya mau tanya nhh:.. 1..apa hukum'y melakukan transaksi jual beli d'dalam masjid..??. 2..apakah zakat fitrah dpat dganti dg uang…??.. #Syukran katsiran#..
 
Jawaban : Wa'alaykumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh. Transaksi jual beli didalam masjid itu tidak diperbolehkan, hal ini didasarkan pada hadits,
 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي المَسْجِدِ، فَقُولُوا: لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ، وَإِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَنْشُدُ فِيهِ ضَالَّةً، فَقُولُوا: لَا رَدَّ اللَّهُ عَلَيْكَ "
“Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anh, bahwa Rasulullah pernah bersabda : “Ketika kalian melihat orang bertraksaksi jual beli di dalam masjid, maka ucapkanlah oleh kalian : “Semoga Allah tidak memberikan keuntungan kepada daganganmu”. Dan jika kalian melihat orang yang mencari sesuatu didalam masjid, maka ucapkanlah oleh kalian : “Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu”. (HR. At-Turmidzi, Ibnu Khuzaimah didalam Shahihnya, Al Hakim didalam Al Mustadrak)
 
Syaikh Al Bakri Syatha Ad-Dimyathi didalam kitab I’anatuth Thalibin mengatakan : “(perkataan mushannif : dan semisal jual beli) yaitu makruh semisal jual beli seperti aqad salam dan qiradl, itu berdasarkan Sabda Rasulullah SAW : jika kalian melihat orang bertraksaksi jual beli di dalam masjid, maka ucapkanlah oleh kalian : “Semoga Allah tidak memberikan keuntungan kepada daganganmu …“
 
Imam Nawawi rahimahullah didalam Al Majmu’ syarah al Muhadzdzab juga telah menjelaskan sebagai berikut : “Makruh bertikai didalam masjid, mengangkat suara (berteriak) dan mencari barang hilang, seperti itu juga hukumnya makruh melakukan penjualan, pembelian, sewa menyewa, dan berbagai aqad-aqad yang sejenisnya, ini merupakan pendapat yang shahih serta masyhur”.
 
Adapun tentang Zakat fitrah dengan qimah / seharga barang (uang). Imam Nawawi didalam Al Majmu' mengatakan ;  "Tidak mencukupi qimah didalam zakat fithrah menurut pandangan kami (Syafi'iyyah), ini juga pendapat Imam Malik, Imam Ahmad dan Ibnul Mundzir. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpandangan boleh, dan Ibnu Mundzir meriwayatkannya dari Hasan Al Bashri, Umar bin Abdul ‘Aziz dan Sufyan Al Tsauriy,. Ia juga berkata, Ishaq serta Abu Tsaur berkata, tidak mencukupi membayar zakat dengan qimah kecuali ketika dlarurat”.
 

Kebanyakan yang dipraktekkan saat ini adalah berupa uang, agar lebih bermanfaat bagi mustahiq zakat. Untuk itu, mengikuti keputusan Kemenag dengan bermaksud mengikuti ulama yang membolehkan (seperti taqlid pada Imam Abu Hanifah), atau tidak mengikuti, silahkan saja. Yang terpenting tetap menjaga ketentraman di masyarakat. WallahuA'lam. []
 

Oleh : abdurrohim
(Asisten Pengasuh Konsultasi Umat )
*Bila ada hal-hal kurang dipahami, silahkan langsung ke pengasuh via HP (0811-598-189)

 

Related posts

Shalat Jum’at Kurang dari 40 Orang Dalam Madzhab Syafi’i

admin

Bolehkah Keramas Ketika Sedang Berpuasa (Dibulan Ramadhan)

admin

Kafarat Pelaku Onani dan Hukum Mengenai Puasa Mutih

admin

Berenang Ketika Puasa dan Ketut Didalam Air

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com