Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Berita Nusantara

Tren Full Day School Meniru Pendidikan Pesantren

MADINATULIMAN.COM (Jombang) – Kemunculan sejumlah lembaga pendidikan formal yang menerapkan proses belajar mengajar secara penuh atau full day school, sebenarnya meniru model pesantren. Ini sebagai jawaban atas kian mengkhawatirkannya lingkungan sekitar yang semakin tidak mendukung.

Apalagi tingkat kenakalan remaja yang demikian mencemaskan para orang tua, maka pilihan kepada sekolah yang menerapkan full day school menjadi tren di masyarakat. “Fenomena pilihan para orang tua yang lebih merasa aman mempercayakan kepada sekolah yang menerapkan full day school adalah bukti nyata bahwa lingkungan sekitar sudah demikian tidak kondusif,” kata Nyai Hj Mundjidah Wahab kepada NU Online, Selasa (12/8).

Wakil Bupati Jombang Jawa Timur ini juga menandaskan bahwa pilihan untuk menyekolahkan putra-putri ke lembaga pendidikan formal yang menerapkan seharian penuh di sekolah adalah belajar dari model di pesantren. “Bahkan sejumlah perguruan tinggi juga melakukan hal yang sama kepada para mahasiswa baru,” kata Bu Mundjidah.

Dengan demikian, para pemangku pesantren hendaknya tetap menjaga kepercayaan masyarakat ini lewat penanaman karakter yang kuat selama berada di pondok. “Justru di pesantren, perkembangan dan karakter para santri dalam terpantau dengan baik,” katanya.

Apalagi tidak sedikit pesantren yang juga memberikan tambahan pendalaman agama serta praktik ibadah. “Belum lagi  yang melakukan pembinaan terhadap bakat dan minat para santri sehingga dapat terasah dengan baik,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Putri Lathifiyah II Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini.

Sejumlah alumni pesantren yang mampu mandiri dan berhasil menjadi tokoh di lingkungannya adalah bukti bahwa tempaan di pesantren demikian membuahkan hasil yang membanggakan. Demikian juga lahirnya para organisatoris, politisi dan birokrat yang memilki komitmen kepada perkembangan agama juga sebagai hasil yang tidak bisa dibantah. “Inilah kontribusi pesantren yang telah mewarnai perjalanan bangsa,” tandasnya.

Dengan jadual pesantren yang demikian padat sejak pagi hingga malam, maka para santri telah dibiasakan untuk memenuhi sendiri kebutuhan dasar selama mondok. “Ini juga yang membuat para santri terlihat lebih matang saat berkiprah di masyarakat,” ungkap Ketua 1 PW Muslimat NU Jawa Timur ini.

Oleh karena itu, putri KH Abdul wahab Chasbullah ini mengajak pesantren untuk tetap kukuh dengan model pembinaan yang telah teruji tersebut. “Kalaupun ada penambahan keahlian bagi para santri, maka jangan sampai mengubah pola pembinaan yang telah  ada,” pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi/nuon)
 

Related posts

Ketua PWNU Kaltim : NU Berkembang di Kaltim Dibawa dari Banjarmasin

admin

PBNU Tak Setuju Sekolah Hanya Senin Hingga Jumat, MUI Minta Mendikbud Kaji Kembali

admin

Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid oleh Bimas Islam Kemenag

admin

Ketua Umum MUI : Islamnya MUI itu Islam Nusantara, Islam Berkemajuan

admin

Syukuran Untuk Raja Dangdut Rhoma Irama Dihadiri Ulama dan Habaib

admin

NU Galang Bantuan untuk Palestina

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com