Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Ubudiyah

Ucapan Salam Untuk Keluar Dari Shalat

MADINATULIMAN.COM ~  Ucapan salam untuk keluar dari shalat atau untuk menyelesaikan shalat merupakan salah satu rukun dari beberapa rukun shalat. Shalat tidak sah tanpa mengucapkan salam. Ini merupakan madzhab al-Syafi'i, Imam Malik, Imam Ahmad, dan jumhur ulama salaf dan khalaf. Banyak hadits-hadits yang secara gamblang menerangkan hal mengenai hal ini.
 

Ucapan salam yang paling sempurna adalah ke kanan mengucapkan السلام عليكم ورحمة الله dan ke arah kiri mengucapkan السلام عليكم ورحمة الله , dan tidak disunnahkan menyertakan وبركاته karena menyelisihi yang masyhur dari Rasulullah Saw. Meskipun terdapat riwayat Abu Daud. Sebagian ashhab Syafi'i seperti Imam al-Haramain, Zahir al-Sarkhasi, al-Ruyani menyebutkannya, akan tetapi itu pendapat yang syad (menyimpang).

Salam diucapkan baik oleh imam maupun oleh makmun, baik shalat sendirian atau berjama'ah sedikit maupun banyak, didalam shalat fardliyah maupun nafilah. Seluruhnya diucapkan sebanyak dua kali salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri.

Adapun salam yang wajib adalah satu kali saja, sedangkan salam yang kedua hukumnya sunnah sehingga andai meninggalkan salam yang kedua, tidak akan merusak shalatnya.

Lafadz salam yang wajib adalah السلام عليكم . Untuk lebih rincinya adalah berikut ini :

– Ucapan salam سلامٌ عليكم / Salaamu 'alaykum = tidak mencukupi menurut pendapat yang Ashoh.
– Ucapan salam  عليكمُ السَّلام / 'Alaykumussalaam = mencukupi menurut qaul Ashoh

– Ucapan salam السلامُ عليك / As-Salaamu 'alayka = tidak mencukupi dan membatalkan shalat

– Ucapan salam  سلامِى عليك / Salamii 'alayka = tidak mencukupi dan membatalkan shalat

– Ucapan salam سلامِى عليكم / Salamii 'alaykum = tidak mencukupi dan membatalkan shalat

– Ucapan salam سلامُ الله عليكم / Salaamullah 'alaykum = tidak mencukupi dan membatalkan shalat

– Ucapan salam سلامُ عليكم (tanpa tanwin) / Salaamu 'alaykum = tidak mencukupi dan membatalkan shalat

– Ucapan salam  السلامُ عليهم / As-Salaamu 'alayhim = tidak mencukupi tapi tidak membatalkan shalat karena termasuk do'a. [tidak ada khitob didalamnya untuk yang lain ] maka perlu mengucapkan salam yang benar.

Ucapan salam yang tidak mencukupi dan membatalkan shalat diatas tidak ada perselisihan diantara ulama, jika diucapkan dengan kesengajaan dan mengetahui hal tersebut.

Wallahu A'lam
Penulis : Abdurrohim

Related posts

Hukum Menyaringkan Bacaan Shalat Dhuhur?

admin

5 Pemberhentian Bersejarah dalam Isra’ Mi’raj

admin

Membaca Al-Qur’an untuk Orang Mati

admin

Kedua Tangan Saat Qunut, Dirapatkan atau Direnggangkan?

admin

Mengucapkan Selamat (Tahniah) Pada Hari Raya

admin

Amalan Malam Nishfu Sya’ban KH. Ahmad Syarwani Zuhri

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami