Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Warga Wonorejo bersama mahasiswa Unmul deklarasi anti-hoax di pinggir Waduk Wonorejo, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim pada Minggu (15/7/2018).
Warta Dalam Kota

Warga Wonorejo Balikpapan Utara Deklarasi Kampung Anti-Hoax

MADINATULIMAN.COM – Warga Wonorejo Balikpapan bersama mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) mendeklarasikan pernyataan menolak dan melawan berita bohong di media sosial.

Kegiatan seremonial deklarasi ini dilangsungkan di area pinggiran Waduk Wonorejo pada Minggu (15/7/2018) pagi, diikuti puluhan warga dan mahasiswa mahasiswi.

Satu di antara warga  Kampung Wonorejo, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan itu, Sunaryo sebagai Ketua RT 36, menyatakan, deklarasi anti hoax atau bohong baru pertama kalinya di laksanakan di Wonorejo.

“Alhamdulillah. Kami Warga Kampung Wonorejo Gunung Samarinda bersama Lurah Gunung Samarinda dan Mahasiswa Unmul mendeklaradikan Kampung Anti Hoax. Kami sudah muak dengan info-info hoax yang disebar di medsos,” tegasnya.

Selama ini pengguna media sosial di kawasan Kampung Wonorejo sudah banyak yang akses, baik itu masyarakat dari kalangan muda maupun tua.

Menurut dia, pastinya setiap warga sudah berhubungan dengan dunia Internet karena itu perlu adanya komitmen bersama untuk melawan dan menolak berita bohong yang berbau ujaran kebencian, radikalisme dan kekerasan visual dan tulisan.

“Jangan terpecah belah kesatuan. Kedamaian hidup berbangsa dan bernegara harus dijaga jangan tercerai berai karena berita hoax. NKRI harga mati sudah tidak bisa ditawar lagi,” ujarnya.

Bagi warga Wonorejo Balikpapan, kata dia, arti penting deklarasi menolak berita bohong supaya bisa memberikan edukasi kepada yang lainnya ke seluruh warga di Wonorejo, termasuk seluruh warga Balikpapan.

“Mari kita bersama-sama melawan informasi yang menyesatkan di media sosial. Sudah ada beberapa bukti banyak korban di beberapa tempat di daerah Indonesia termasuk belahan dunia yang termakan isu berita bohong,” ungkapnya.

Penggunaan media sosial seperti dua mata sisi yang berbeda, bisa bernilai positif dan negatif.

Menurut Sunaryo, dampak buruknya sangat terasa. Benar-benar berefek memberikan banyak kerugian bagi banyak pihak.

Karena itu, tegas dia, warga Kampung Wonorejo dalam rangka melawan berita bohong selalu berpandangan bahwa informasi yang disampaikan di media sosial.

Seperti di antaranya pada akun Facebook, Twitter, Grup WhatsApp, dan Instagram, untuk diusahakan melakukan verifikasi dan keberimbangan informasi.

“Kita pengguna internet tidak sampai termakan berita yang bohong dan fitnah. Bahaya kalau sampai kita tidak lakukan tabayun, kroscek kroscek,” katanya. (*)

Source: Kaltim Tribun

Related posts

Pawai Bersama Jelang Pembukaan MTQ Kota ke-43

admin

MUI dan DPRD Balikpapan Dukung Cabut Izin THM

admin

KTP Anak Siap Diberlakukan di Balikpapan Tahun 2014

admin

Di Balikpapan, Romahurmuziy Ingatkan Jaga Persatuan Menanggal Ekstrimisme

admin

DKPP Balikpapan Bantah Larang Shalat bagi Petugas Kebersihan

admin

Wali Kota Himbau Pejabat dan Pegawai Pemkot Bayar ZIS ke BAZ

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com