Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Berita Nusantara

Jawa Timur Kembali Juara Umum Lomba Baca Kitab Kuning di Jambi

MADINATULIMAN.COM (Jambi) – Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional Ke-V resmi ditutup Minggu malam (7/9/2014) di Pondok Pesantren Asad, Olak Kemang, Danau Teluk, Kota Jambi. Lomba membaca kitab kuning tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Agama RI tersebut diikuti oleh 1.800 peserta dari 33 provinsi di Indonesia.

Dominasi kafilah (kontingen) Jawa Timur masih belum tergeser sejak MQK pertama kali digelar pada tahun 2002 silam. Pada MQK kali ini, Jawa Timur tampil sebagai juara umum dengan membawa pulang 36 tropi, disusul Jawa Tengah (24 tropi), dan Jawa Barat (17 tropi).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama H. Ace Saifuddin menjelaskan. "Jawa Timur tidak melewatkan satu tropi pun dari cabang-cabang yang dilombakan, termasuk dari beberapa partai favorit," katanya dalam rilis yang diterima merdeka.com, Senin (8/9).

Untuk kelas Ula Fiqih, juara 1 disabet oleh Mochammad Habibur Rahman Haqiqi dari pesantren Salafiyah Syafiiyah, Bondowoso.

Kasubdit Pendidikan Salafiyah Direktorat PD Pontren Ahmad Zayadi, mengatakan, Untuk kelas Wustho Fiqih dimenangkan oleh Adi Ahlu Dzikri dari Pesantren Sunan Drajad, Bojonegoro. "Dan untuk kelas Ulya Ahlaq dimenangkan oleh Burhanuddin Ali, dari Pesantren Miftahul Mubtadiin, Nganjuk, Jawa Timur," terangnya.

Beberapa partai unggulan lain dimenangkan oleh kontingen Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten. Untuk kelas ulya Fiqih juara pertama direbut oleh Solahuddin Wardi dari Banten. Untuk kelas Ulya Nahwu juara pertama digaet anggota kafilah Jawa Barat, Hilmi Taftajani, dan untuk Ulya Tafsir gelar juara pertama disabet Nukman dari Jawa Tengah.

Salah satu partai tersulit, yaitu kelas Ulya Nahwu yang mempertandingkan kepiawaian membaca dan memahami kitab tata bahasa Arab Alfiyah Ibnu Malik, dimenangkan oleh Halimatus Sadiyah dari DKI Jakarta. MQK kali ini dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan ditutup oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus. (Merdeka)

Related posts

Beda Lebaran, Warga NU Senang Tetap Harmonis dengan Muhammadiyah

admin

Presiden RI Ingin Dzikir dan Doa Jelang Peringatan Kemerdekaan Jadi Tradisi

admin

Ternyata Thailand Tertarik Adopsi Model Pendidikan Pesantren

admin

Umat Islam Indonesia Kecam Film ‘Innocence of Muslims’

admin

Tradisi Ramadhan Polewali Mandar ; Berdzikir dengan Tasbih Raksasa

admin

PBNU: NKRI Sudah Final, Tidak Bisa Diganggu Gugat

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com