Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Ustadz Rosyidi (duduk) degan tumpukan kitab kuning dihadapannya.
Islam Balikpapan Warta Dalam Kota

Kisah Debat Terbuka Tentang Tahlilan di Masjid Istiqamah Pertamina Balikpapan

MADINATULIMAN.COM – Sabtu (5 Mei 2007) malam Ahad, ba’da Isya merupakan malam yang tidak biasa di Masjid Isqamah Pertamina Balikpapan. Pasalnya, di malam tersebut untuk pertama kalinya Masjid Istiqamah membuka diri melakukan dialog dalam sebuah forum ilmiyah yang membahas tentang amaliyah yang tidak biasa dilakukan di masjid tersebut yaitu amaliyah Tahlilan.

Sebagaimana diketahui bahwa amaliyah Tahlilan yang dilakukan oleh kebanyakan umat Islam juga diperdebatkann oleh beberapa pihak, bahkan beberapa orang kerap melempar tuduhan-tuduhan bid’ah dan sesat terhadap amaliyah tersebut.

Forum ilmiah yang mengangkat tema “Tahlilan Dalam Perspektif Al-Qur’an dan As-Sunnah” itu adalah forum debat yang mempertemukan antara pengikut Aswaja-NU versus Salafi.

Ustadz Ahmad Rosyidi dari Pondok Pesantren Syaichona Cholil sebagai pihak Aswaja NU dan Ustadz Ulul Azmi sebagai pihak Salafi, pengkritik amaliyah Tahlilan.

Debat yang semula diperkirakan akan berjalan dengan alot itu ternyata berlangsung cukup mengecewakan, sebab pihak Salafi ternyata hingga acara dimulai tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas.

Ustadz Rosyidi, yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Persatuan Pondok Pesantren) di Balikpapan akhirnya menjadi pemateri tunggal di Masjid Istiqamah Balikpapan tersebut.

Beliau menyediakan makalah yang bisa dibaca oleh jama’ah, ditambah presentasi yang menggunakan laptop dan proyektor. Pemaparan yang menggunakan model tanya jawab pun menjadi sangat menarik, sehingga berkesan lebih interaktif. Hujjah-hujjah dan dalil yang disampaikan juga akurat, dengan ditunjukkannya kitab-kitab pendukung yang cukup lengkap (dari hadits hingga kitab para ulama yang semuanya berbahasa Arab ‘gundul’). Semuanya dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada jama’ah dan kesempatan untuk mengecek sendiri kebenaran apa yang disampaikan.

Praktis, malam itu, semua yang hadir di Mesjid Istiqomah menjadi ‘gamblang’ dengan materi tentang tahlilan ini. Bolehkah? Sesatkah? Adakah dalilnya? Semuanya dibahas tuntas. Tentunya sangat berbeda dengan siaran langsung pengajian setiap ba’da maghrib yang dipancarkan melalui Radio IDC – Istiqomah, yang banyak berisikan klaim-klaim dan tuduhan bid’ah dan sesat terhadap suatu amalan ummat Islam yang tidak dapat ‘di-counter balik’ atau didiskusikan secara ilmiah.

Pihak Istiqamah melalui bapak Rifa’i belakangan memohon maaf atas pengajian ba’da Maghrib yang pada saat itu begitu ‘pedas’ didalam mengkritik amaliyah yang dilakukan oleh umat Islam lainnya. Meksipun sangat disayangkan, forum ilmiah tersebut tidak disiarkan secara langsung oleh radio tersebut. [Zawiya]

Related posts

Buka Safari Ramadan, Walikota Himbau Warga Jaga Kondusifitas Ramadhan

admin

Korban Kebakaran Balikpapan Butuh Alat Dapur dan Perlengkapan Sekolah

admin

Kantor Sekretariat MUI Balikpapan Menunggu Penyerahan Pemkot

admin

Tabligh Akbar Tahun Baru di At-Taqwa Hadirkan KH. Cholil Nafis

admin

Kebakaran Mess Santri Ponpes Hidayatullah dan Masjid Al Amin Karang Bugis

admin

Ust. Sirajuddin Hasan: Ciri Radikalisme Mudah Mengafirkan

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com