Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Ubudiyah

Shalat Sunnah Yang Disunnahkan Berjamaah dan Tidak Disunnahkan Berjama’ah

MADINATULIMAN.COM – Shalat sunnah adalah shalat selain yang wajib, disebut shalat an-nafl atau shalat tathawwu’. An-Nafl dan tathawwu’ adalah bersinonim, maknanya sama. Biasanya fuqaha’ menggunakan kedua istilah tersebut yaitu shalat An-Nafl dan shalat tathawwu’

Ulama juga mengatakan bahwa as-sunnah, al-nafl, at-tathawwu’, mandub, muraghghab fih, hasan dan mustahabb adalah lafadh-lafadh yang bersinonim, yaitu selain yang wajib.

Ada pula yang berpendapat bahwa selain fardlu itu ada 3 macam: (1). Sunnah yaitu sesuatu yang ditekuni oleh Rasulullah SAW, (2). Mustahabb yaitu sesuatu yang terkadang Rasulullah SAW melaksanakannya tetapi tidak menekuninya. (3). Tathawwu’ yaitu shalat yang didalamnya tidak ada riwayat kekhususannya. Tathawwu’ pada dasarnya adalah perbuatan keta’atan, kemudian dikhususkan sebagai bentuk keta’atan yang tidak wajib.

Banyak hadits-hadits tentang disyariatkannya shalat nafilah / tathawwu’, diantaranya :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ
“Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersadda: Allah SWT berfirman: “‘Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka sungguh Aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri dengan beribadah) kepada-Ku dengan sesuatu, yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Ku-wajibkan kepadanya, dan senantiasalah hamba-Ku (konsisten) bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah (nawafil) hingga Aku mencintainya” (HR. Al Bukhari)

عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ، يَقُولُ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ ثَائِرَ الرَّأْسِ، يُسْمَعُ دَوِيُّ صَوْتِهِ وَلاَ يُفْقَهُ مَا يَقُولُ، حَتَّى دَنَا، فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنِ الإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي اليَوْمِ وَاللَّيْلَةِ» . فَقَالَ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا؟ قَالَ: «لاَ، إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ» .
“Dari Thalhah bin Ubaidillah: bahwa seorang laki-laki Najd datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan kepala penuh debu. Kami mendengar suaranya tetapi tidak mengerti apa yang ia ucapkan, hingga ia mendekat kepada Rasulullah. Kemudian dia menanyakan tentang Islam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat lima waktu dalam sehari semalam.” Kemudian ia bertanya, “Apakah ada lagi selain itu?” Rasulullah pun menjawab, “Tidak, kecuali jika engkau suka mengerjakan shalat sunnah.”. (HR. Al Bukhari)

Shalat al-Nafl (sunnah) secara garis besar terbagi menjadi 2 :

A. Shalat al-Nafl Yang Disunnah Berjama’ah

Shalat an-Nafl yang disunnahkan dilaksanakan berjama’ah adalah

  • shalat dua hari raya (idul Adlha dan idul Fithri),
  • shalat gerhana matahari dan bulan (Khusuf dan Kusuf)
  • shalat Istisqa’ (meminta hujan) dan
  • shalat tarawih.

Diantara shalat-shalat tersebut, yang paling utama adalah shalat ‘idain (hari raya) karena menyerupai shalat fardlu dan ada pendapat yang mewajibkannya (fardlu kifayah), kemudian shalat kufusain (dua gerhana), kemudian istisqa’, kemudian tarawih.

Tetapi shalat sunnah rawatib masih lebih utama daripada shalat tarawih, karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam merutinkan shalat ratibah sementara tarawih tidak dirutinkan oleh Nabi.

B. Shalat An-Nafl Yang Tidak Disunnahkan Berjama’ah

Semua shalat sunnah selain diatas, maka termasuk dalam pembagian shalat yang tidak disunnahkan berjama’ah.  Seandainya shalat-shalat yang tidak disunnahkan berjama’ah dilaksanakan secara berjama’ah maka sah shalatnya. (Baca: Macam Shalat Sunnah/an-Nafl Yang Tidak Disunnahkan Berjamaah)

[4bd] – Al Mu’tamad

Related posts

Penyebab Do’a Tidak Dikabulkan dan Adab Dalam Berdo’a

admin

Ibadah Para Ulama Ahli Hadits Yang Menakjubkan

admin

Adab Membaca Al-Qur’an : Siwak dan Membaca Dalam Keadaan Suci

admin

Bacaan Shalat Gerhana Setiap Berdiri (Qiyam)

admin

Hukum Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

admin

Kedua Tangan Saat Qunut, Dirapatkan atau Direnggangkan?

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com