Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Warta Dalam Kota

Ust. Sirajuddin Hasan: Ciri Radikalisme Mudah Mengafirkan

MADINATULIMAN.COM – Penyebaran paham radikalisme terus menjadi perhatian serius oleh semua pihak. Bagaimana aliran keras itu tidak bisa berkembang di Balikpapan. Menurut Sirodjuddin Hasan Al Bandjari, secara umum, ada dua ciri radikalisme. Yaitu ajaran yang mudah mengafirkan aliran yang lain dan menumpahkan darah. Sementara ciri yang lainnya, masih banyak yang menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.

 
“ISIS itu sudah jelas ajaran radikal karena banyak menyimpang dari nilai-nilai agama Islam sendiri,” kata Suradjuddin dalam acara diskusi yang digelar Polres Balikpapan, bersama tokoh masyarakat, LPM, dan Babinkamtibmas se-Balikpapan, kemarin.
 
Dia menjelaskan, biasanya orang miskin atau pinggiran dan tidak berpendidikan sangat mudah terjaring oleh kelompok radikalisme.
“Perlu dipertanyakan jika ada orang miskin tiba-tiba bisa umrah ke Makkah. Modusnya selalu umrah, cara merekrutnya paham radikalisme itu,” jelasnya.
Dilanjutkan, dengan adanya paham radikalisme itu, akan sangat berbahaya dan mengancam bagi keutuhan dan kebersamaan bangsa.
 
“Paham radikal ini yang perlu kita waspadai bersama agar tidak menjadi perpecahan yang cukup mengkhawatirkan, maka kesiagaan itu lebih diutamakan dari pada memadamkan api yang sudah membesar,” ucapnya.
 
Di sisi lain, bagaimana merapatkan barisan ulama, umara, dan umat untuk menangkal paham radikalisme di Balikpapan. Karena kata Siradjuddin, menjadi kerja berat bersama untuk mewaspadai paham tersebut.
 
“Memang perkembangan radikalisme di Balikpapan masih relatif kondusif tetapi bukan berarti membiarkan begitu saja, karena ini merupakan bagian pemecah belah bangsa,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Wakapolres Balikpapan Kompol Bramanti Agus S mengatakan, untuk mencegah aliran keras itu Polres Balikpapan saling berbagi informasi dengan tokoh masyarakat, salah-satunya menggelar diskusi.
 
“Intinya supaya masyarakat dengan kami saling memberikan informasi tanpa ada pemisah sehingga lebih cepat diserap,” katanya.
Terkait perkembangan radikalisme di Balikpapan, Bramanti menandaskan, pihaknya sudah memasang strategi untuk mencegahnya.

“Potensi radikalisme ada di Balikpapan. Tapi sudah kami antisipasi bagaimana paham radikal ini tidak berkembang di Balikpapan,” pungkasnya. (tur/cha/BALIKPAPANPOS)

 

Related posts

Negeri Tambah Kuota, Sekolah Swasta Tempuh Jalur Hukum

admin

Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Gunakan Kurikulum Nasional Islami

admin

Mahasiswa STITBA Gelar Dialog Publik dan Buka Puasa Bersama

admin

327 Warga Binaan di Balikpapan Mendapat Remisi, 16 Orang Langsung Bebas

admin

Di Balikpapan, Romahurmuziy Ingatkan Jaga Persatuan Menanggal Ekstrimisme

admin

Islamic Center Balikpapan Akan Digunakan Shalat Idul Adha 1437 H

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com